• Sat. Dec 3rd, 2022

Luis Milla, Harapan dan Melanjutkan Tugas Mulia

Luis Milla

Wolfgaming – PERSIB mendatangkan pelatih baru yang tak asing namanya bagi publik pecinta sepakbola di Indonesia. Yaa, mereka mendatangkan Luis Milla setelah mereka mendepak Robert Rene Albert karena serangkaian hasil buruk yang mereka terima di awal musim liga dimulai.

Diawal kedatangannya PERSIB berada di posisi 14 klasemen dari 18 tim yang ada. Dan hanya meraih 7 poin buah dari hasil 2 kali menang, 1 kali imbang, dan 4 kali kalah. Sekarang PERSIB berada di posisi 8 klasemen dari 5 kali menang, 1 kali imbang, dan 4 kali kalah.

Saat pertama datang ke klub Bandung tersebut. Luis Milla menjanjikan bahwa akan membuat PERSIB memiliki karakter dalam permainannya. Dan terbukti sekarang PERSIB sekarang memiliki permainan yang lebih menghibur. Mereka lebih banyak memainkan permainan melalui bola-bola pendek khas tiki-taka tim-tim Spanyol, yang dinilai Luis Milla juga cocok menjadi karakter permainan tim-tim di Indonesiaa.

Hal yang sama juga perlah Milla lakukan saat melatih timnas Indonesia sebelumnya. Pada era Luis Milla timnas Indonesia mulai memiliki karakter permainan melalui bola -bola pendek. Yang selalu mengandalkan gelandang tengah sebagai kunci permainan untuk bisa mengalirkan bola dari belakang hingga ke depan. Dan mempunyai tugas juga untuk mengatur tempo permainan.

Luis Milla sendiri digadang-gadang sebagai pelatih termahal yang ada di Liga Indonesia, dan memilki bayaran 2 milliyar setiap bulannya. Dan Milla mendapat kontrak melatih PERSIB selama satu tahun kedepan.

Setelah tidak melatih Timnas Indonesia sejak Agustus 2018 lalu, Milla belum melatih tim manapun. Namun namanya selalu dirindukan dan dicintai publik pecinta sepakbola di Indonesia. Karena sudah mampu membuat timnas memilki permainan yang menghibur. Dan di PERSIB pun Milla membuat permainan mereka menjadi lebih menghibur dan berkarakter.

Pernah latih Spanyol U-21

Pada periode 2008-2012 Milla pernah melatih Spanyol kelompok umur mulai dari U-18, U-19, U-20, dan U-21. Bahkan berhasil  membawa tim U-21 menjadi juara eropa pada tahun 2011. Setelah tidak melatih tim muda Spanyol lagi Milla kemudian beberapa kali melatih klub Spanyol seperti Zaragoza, Lugo, dan klub timur tengah Al Jazira. Sebelum pada akhirnya ke Indonesia pada Januari 2017.

Kurikulum sepakbola Indonesia

Selama berada di Indonesia 1 setengah tahunnya lamanya tersebut, Milla membuat gagasan berupa kurikulum sepakbola di Indonesia yang disebut dengan Filanesia atau singkatan dari Filosofi sepakbola Indonesia, bersama dengan tim pelatihnya serta beberapa pelatih Indonesia lainnya.

Seperti halnya namanya, Filanesia ini merupakan kurikulum sepakbola yang diharapkan mampu membuat pemain Indonesia khususnya pemain muda mereka memiliki karakter dalam permainan sepakbola. Karena menurut Milla salah satu yang menjadi sebuah tim sepakbola menjadi besar dan kuat hingga bertahun-tahun lamanya itu karena mereka memilki karakter permainan.

Seperti halnya kita melihat Brazil dengan jogobonito, Italia dengan catenacionya, Spanyol dengan tiki-takanya. Oleh karena itulah Milla ingin membuat Indonesia memilki karakter seperti negara-negara lainnya yang memiliki karakter permainan yang kuat. Seperti negara-negara tadi.

Tentu harapannya selain menjalankan tugasnya sebagai pelatih PERSIB, Luis Milla bisa melanjutkan sosialisasinya mengenai Filanesia tersebut yang tak ada kabar lagi setelah Luis Milla tidak menjadi pelatih timnas Indonesia lagi pada Agustus 2018 lalu. Karena tentu banyak pecinta bola yang ingin timnas memiliki karakter permainan yang kuat dan lekat pada diri mereka sebagai pesepakbola Indonesia.